04.55 WITA
Perumnas BTN Poasia Anduonohu
Mimpi adalah suatu bunga tidur yang hanya terjadi
ketika kita berada dalam kondisi tak sadarkan diri. Ketika kita tertidur, ruh
dalam jasad kita sudah ditarik kembali oleh yang memilkinya, yakni ALLAH SWT.
Allah memilki ruh-ruh setiap insan manusia yang semuanya itu berada dalam
genggamanNya. Saat itu tak ada yang saya pikirkan, saya hanya tertidur dan
pikiran menjadi kosong. Mimpi itu terkadang menghiasi tidur kita hingga kita
mampu mengingatnya dan merasakan mimpi tersebut. Dalam ilmu sains, mimpi
dianggap sebagai sesuatu respon yang terjadi di otak secara tak sadar. Saraf
mampu mngimplus terjadinya respon sehingga otak itu merangsang sel-sel saraf
untuk menyimpan dan membawa respon itu ke dalam memory hingga mampu
merasakannya.
Suasana gelap
gulita dan tak ada yang bisa saya lihat. Semua seakan kosong dan tak ada
siapapun. Mimpi itu saya rasakan ketika berada dalam kondisi tidur, tetapi saya
mampu mengingat dan merasakan kejadian itu secara detail. Nafas sekan terhenti
hingga batas tenggorokan. Suasana gelap yang saya rasa menambah ketakutan dalam
hati. Ruh seakan ditarik melalui ubun-ubun dan nafas tak bisa berfungsi
sebagaimana mestinya. Saat itu tanganku terkepal seperti posisi tangan ketika
sholat. Kakiku tegang dan badan seakan terangkat dan membusung ke atas. Saya
seperti tak percaya dengan kata-kata orang yang pernah mengalami seperti apa
yang saya alami saat itu. Mungkin orang lain berpendapat bahwa hal itu cuma
mimpi. Memang pada saat itu saya tidur, tapi saya dalam keadaan sadar. Bukan
ketindisan atau seperti mimpi yang lain, tapi itu merupakan kejadian yang
benar-benar menakutkan dan saya baru mengalaminya saat itu. Mereka mengatakan
bahwa orang yang ketindisan tidak bisa melakukan apa-apa, dada terasa sesak
seperti mau mati.
Saya merasakan bahwa saat itu saya mengalami yang namanya
Sakratul Maut. Saya mendengar
suara-suara yang terdengar seperti sayup-sayup tapi bisa terdengar olehku. “LAA
ILAAHA ILALLAH.. LAA ILAAHA ILALLAH.. LAA ILAAHA ILALLAH..” suara itu selalu
terdengar olehku sampai saat sesuatu terasa masuk ke dalam ubun-ubunku, seperti
angin yang ditiupkan diubun-ubun. Suara LAA ILAAHA ILALLAH terdengar cukup jelas
bagiku, kemudian saya ikut mengucapkan kalimat itu tetapi hanya didalam hati
sebab mulut saya seperti tidak bisa lagi berbicara. Nafasku terasa sesak dan
tertekan dirongga dada seakan nafas ini mau diambil oleh yang memilkinya yakni
ALLAH SWT. Saya tak henti-hentinya mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILALLAH
didalam hati sampai saya terbangun dipagi hari dengan suasana yang menakjubkan.
Seandainya kalimat LAA ILAAHA ILALLAH saya tidak ucapkan didalam keadaan mimpi Sakratul Mautku itu, mungkin saya
tidak akan bangun lagi dari mimpiku dan semua itu adalah kuasa ALLAH SWT, semua
berada dalam genggamanNYA.. Wallahu Alam..
Saya memang jarang shalat selama beberapa minggu
ini dikarenakan luka yang saya alami. Bagian punggungku terasa sakit jika
digerakkan dan terkadang mengeluarkan darah jika menggerakkan tangan dengan
cukup keras. Tapi setelah saya mengalami kejadian Mimpi yang menakjubkan itu,
saya kemudian sadar bahwa ALLAH ingin menyampaikan kepada saya untuk shalat
lagi dan tetap beribadah kepadaNya.
Sehingga melaui kejadian ini saya harapkan pula
kepada pembaca agar tetap beribadah dan shalat, karena itu adalah hal yang
paling utama disisi ALAH SWT. Subhanallah..Walhamdulillah.. Wa alaa ilaaha
ilallah.. Wallahu Akbar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar